Sabtu, 09 Juli 2011

Risiko Kematian Anoreksia Tinggi

INILAH.COM, Jakarta - Anoreksia merupakan penyakit mental yang lebih mematikan ketimbang bulimia, schizophrenia, dan depresi.


Penderita anoreksia nervosa (AN) menghadapi risiko kematian lebih cepat dibandingkan bulimia nervosa (BN). Penelitian yang dipublikasikan di Archives of General Psychiatry edisi Juli, membuktikannya.

Anoreksia nervosa adalah penyakit mental gangguan makan yang penderitanya merasa takut gemuk dan menahan nafsu makan secara tidak wajar, hingga kehilangan rasa lapar sama sekali. Sedangkan Bulimia adalah penyakit makan berlebihan, kemudian memuntahkannya kembali.

Jon Arcelus, L.M.S., M.Sc., M.R.C.Psych., Ph.D., dari Leicester General Hospital, Inggris, meneliti hubungan penyakit anoreksia dengan risiko kematian. Ia memeriksa 36 kasus dari berbagai artikel ilmiah yang terbit antara Januari 1966 hingga September 2010.

Ia menemukan, penderita anoreksia tingkat kematiannya sebesar 5,1%, yang 1,3% di antaranya adalah kasus bunuh diri. Sedangkan penderita bulimia punya risiko kematiaan lebih rendah, hanya 1,7%.

Meski sangat mungkin kematian penderita anoreksia disebabkan oleh faktor lain, tapi peneliti juga melihat tingkat kematian penderita anoreksia, lebih tinggi dari penyakit gangguan jiwa lain seperti schizophrenia dan depresi. [mor]
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar